Lubang Neraka Muncul Tiba-tiba, Ukurannya Sungguh Mengerikan

Lubang neraka sedalam 198 meter dan lebar 25 meter muncul tiba-tiba di komune Tierra Amarilla di Wilayah Atacama, Chili, Sabtu (30/7) lalu. (Foto: Newsflash via The Sun)

Lubang neraka sedalam 198 meter dan lebar 25 kaki muncul tiba-tiba di komune Tierra Amarilla di Wilayah Atacama, Chili, Sabtu (30/7) lalu.

Kemunculan tiba-tiba lubang mengerikan itu membuat pihak berwenang merasa khawatir karena ukurannya yang makin bertambah. 

Gambar udara mengejutkan yang dirilis oleh media Chili menunjukkan luasnya fenomena aneh yang telah membuat para ahli bingung itu.

Lubang neraka itu terbentuk di area tanah sekitar 413 mil sebelah utara ibu kota Santiago, yang dioperasikan oleh perusahaan pertambangan Kanada, Lundin Mining.

Spesialis telah dikirim ke lokasi untuk mensurvei daerah tersebut setelah Layanan Nasional Geologi dan Pertambangan, Sernageomin, disiagakan.

“Ada jarak yang cukup jauh, sekitar 200 meter, ke bawah, kata David Montenegro selaki direktur badan tersebut.

Kami belum mendeteksi material apa pun di bawah sana, tetapi kami telah melihat keberadaan banyak air.

Penduduk yang tingga di dekat lubang itu dinuat ketakutan setelah para pejabat mengkonfirmasi bahwa lubang itu masih tumbuh ukurannya.

"Kemarin (Sabtu) kami menerima keluhan warga tentang lubang pembuangan yang terjadi di sini di komunitas kami di dekat tambang Alcaparrosa, “ ucap walikota setempat Cristobal Zuniga.

Dia menambahkan bahwa kekhawatiran didasarkan pada fakta bahwa komunitas warga itu berdiam di atas deposit pertambangan dan pekerjaan bawah tanah.

“Sebelumnya (fenomena itu) tidak terlihat di komunitas kami,” tambah Zuniga

Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa lubang itu disebabkan oleh kegiatan yang berkaitan dengan penambangan.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat terjadinya lubang itu dan pejabat terus memantau kondisinya sementara pekerjaan penambangan di daerah tersebut dihentikan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Lundin Mining bersikeras bahwa lubang itu tidak memengaruhi pekerja atau anggota masyarakat.

Pihak perusahaan mengatakan lubang itu "tetap stabil" sejak pertama kali terdeteksi pada hari Sabtu.

“Rumah terdekat berjarak lebih dari 600 meter. sementara daerah berpenduduk atau layanan publik hampir satu kilometer jauhnya dari zona yang terkena dampak.” bunyi pernyataan itu.

Perusahaan itu juga dilaporkan melakukan analisis teknis untuk menentukan penyebab lubang kolosal tersebut.(*)

Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1

Middle Ads 2

Bottom Ads